Pages

Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2016

Berita S O P A P I P A

SOPA (Stop Online Piracy Act) adalah RUU yang sedang dibahas di konggres Amerika untuk melawan pembajakan, termasuk pembajakan melalui internet. Rancangan undang-undang ini isinya antara lain memberi kewenangan pihak hukum agar bisa menyetop konten yang mengandung hak cipta, iklan dan bisnis ilegal.

Selain SOPA ada lagi RUU di Amerika yang sedang dibahas yaitu PIPA (PROTECT IP Act). RUU PIPA bertujuan untuk mengekang akses website yang melanggar hak cipta (bajakan) dan usaha meniru atau memalsukan barang/merek aslinya. PIPA lebih ditekankan untuk penyedia website (IP host) yang terdaftar di luar Amerika.

Dampak RUU tentu saja berakibat ditutupnya semua website yang menyediakan dan menyimpan isi yang melanggar hak cipta. Salah satu file hosting yang sudah kena imbasnya adalah MU (megaupload). Diberitakan beberapa bos/pendiri MU sudah kena tuntutan dan sekarang MU sudah ditutup. Jadi, kita lihat saja perkembangannya apakah RUU ini akan berimbas ke semua file hosting, forum-forum dan blog, termasuk blog ini :D.
Read More..

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tips Memanajemen Keuangan Wealth Management by Ellen May

Wealth Management
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya banyak uang / dapat rejeki nomplok ? Ketika memiliki uang dalam jumlah extravaganza, kita pasti berpikir untuk apa uang tersebut akan digunakan. Ada yang berpikir akan menggunakan rejeki nomplok tersebut untuk amal, investasi, bahkan belanja/keliling dunia.

Tips pertama
kalau kamu dapat durian runtuh super, JANGAN LAKUKAN APAPUN SELAMA 1 BULAN PENUH. Lho, kenapa ? Jangan pernah mengambil keputusan pada saat kita merasa begitu panik atau senang. Kenapa ya ? Saat kita panik/euphoria (terlalu senang) saat itu emosi kita yang sedang pegang kendali. Tunggulah beberapa saat hingga euforia tersebut menghilang, dan berpikirlah dengan kepala dingin dan tenang. Hal ini juga berlaku kalau kamu sedang sangat senang dapat untung besar di saham, atau mungkin sebaliknya. Untung besar bikin kita senang luar biasa.Rugi besar bikin kita galau luar binasa.Oleh karena itu, tunggu emosi stabil. Rasanya sangat sulit memang, membendung perasaan euforia yang begitu menggebu nggebu seperti itu. Helloooo, tiba-tiba dapet sekian Milyar gitu lhoh! Pengen beli ini, beli itu, ini itu, ina inu! Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu kamu menetralkan euforia tersebut. Salah satu cara terbaik adalah berhenti dari aktivitas rutin dan lakukan hal lain seperti hobi atau mungkin yoga. Selama pikiran kamu BELUM tenang, JANGAN PERNAH, ambil keputusan investasi yang tidak bisa ditarik lagi secara terburu-buru.

Tips kedua
Setelah menetralkan emosi, cari seorang perencana keuangan terpercaya. Segera temui mereka untuk membantumu merencanakan dan mengelola portofolio investasimu. Orang yang akan kamu ajak konsultasi mengenai keuangan adalah harus benar-benar orang yang mau mengerti dan memahamimu. Ia punya sertifikasi khusus misalnya Certified Financial Planner ( CFP ), atau Certified Wealth Manager ( CWM ). Nah, sekarang setelah tenang, dan menemukan seorang konsultan keuangan yang bisa kamu percaya, what next ?

Dalam membangun keuangan yang baik dan benar, itu sama seperti membangun sebuah gedung bertingkat. Berikut beberapa pondasi keuangan yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk investasi dalam bentuk lain :
- Sisihkan dulu sejumlah uang yang kamu perkirakan bisa untuk memenuhi seluruh biaya hidup kamu dalam satu tahun.
- Pondasi keuangan kedua adalah : amankan nilai ekonomis / human life value (HLV) mu. Nilai ekonomis ? Apa pula itu ? Gampangnya gini, kalau kamu punya bebek bertelur emas, saat kamu bawa bebek itu keluar kota dan kamu dirampok, mana yang akan kamu lindungi lebih dulu? Bebeknya/telurnya? Mana yang punya nilai ekonomi lebih tinggi ? Konsultasikan dengan perencana keuanganmu untuk menghitung berapa nilai HLV yang tepat untuk kamu.
- Pondasi keuangan yang ketiga adalah : sisihkan rejeki nomplok itu untuk dana darurat. Tujuan utama dari menyiapkan dana darurat adalah sebagai dana talangan ketika ada hal yang mendesak. Contoh :tiba-tiba kamu kehilangan pendapatan dari pekerjaan utamamu, bisa jadi kamu ingin pindah pekerjaan,dll. Kamu tetap harus memiliki sebuah tabungan dana darurat, bisa jadi dibutuhkan untuk keperluan diluar semua itu.

Beberapa jenis dana darurat antara lain : dana darurat cash / credit card. Dana darurat dalam bentuk cash, idealnya minimum 3x pengeluaran bulanan, dan maximum 6x pengeluaran bulanan. Simpan dana tersebut dalam bentuk cash atau investasi yang paling likuid. Dana darurat yan kedua adalah: dana darurat asuransi kesehatan yang mencover Rumah Sakit.

Lebih lengkap mengenai pondasi keuangan, bisa di cek langsung di artikel Ellen May di official website nya

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Kamis, 13 Oktober 2016

Tips Mengatur Keuangan Untuk Investasi by Ellen May

mengatur keuangan
Investasi itu penting! Namun ternyata banyak yang tidak bisa invest karena penghasilan per bulan cuma numpang lewat. Percuma dong bicara banyak tentang investasi tapi ga bisa praktek karena ga ada dana. Solusinya? Semua hal besar dimulai dari langkah kecil, begitu juga investasi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit-bukit". Finansial pribadi kita seperti perusahaan, harus ada laba setiap bulan. Ini artinya penghasilan pengeluaran = kelebihan dana! Sebelum mulai investasi cek dulu, kalau tidak ada kelebihan dana stiap bulan, berarti financial kita tidak sehat.Yuk belajar alokasikan dana!

Pengeluaran terbagi menjadi beberapa bagian : Needs, Wants, Debts, Savings, & Investment.
Needs adalah hal-hal penting yang harus kita penuhi sehari-hari. Kalau needs tidak terpenuhi, akan mengganggu kehidupan kita. Needs menyangkut kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan pulsa hp :p Nah di luar needs, maka pengeluaran tersebut boleh dibilang tidak terlalu urgent.

Nah, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, jika kita punya hutang, baru alokasikan untuk segera melunasi hutang (DEBTS). Ada dua jenis kategori hutang, yaitu hutang baik (Goods Debts) & hutang buruk (Bad Debts). Hutang kok baik? Maksudnya? Hutang baik adalah hutang yang digunakan untuk keperluan usaha atau untuk investasi. Contoh dari hutang baik adalah :kredit truk untuk operasional usaha. Hutang Buruk (Bad Debts) yaitu hutang yang digunakan untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Hutang buruk / bad debts adalah hutang yang sekedar digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi kita. Contoh hutang buruk: kredit untuk gadget, untuk berlibur, untuk fashion dan kecantikan, dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.

Pada prinsipnya hutang baik dan hutang buruk dibedakan bukan dari apa barangnya tapi berdasar kegunaannya. Kita tidak boleh berpikir negatif tentang hutang karena hutang baik bagai dongkrak untuk kemajuan finansial/bisnis. Terlepas dari itu semua kita harus membatasi diri kita sendiri, harus disiplin agar tidak tejebak dalam hutang buruk.

Alokasi dana selanjutnya yaitu WANTS. Wants diartikan sebagai dana yang dialokasikn untuk memenuhi keinginan kita bukan kebutuhan, sifatnya tidak mendesak. Apa saja yang termasuk Wants? Rekreasi, makan di cafe elite, rumah mewah, mobil mewah, hewan peliharaan ras, baju bermerek, dan lain-lain.

Setelah penghasilan kita dikurangi untuk NEEDS, DEBTS, dan WANTS, jika ada sisa bisa dialokasikan untuk SAVINGS! Jika kita termasuk orang yang susah untuk melakukan savings, bisa juga SAVINGS dialokasikan dulu di awal. Savings diartikan sebagai dana yang dialokasikan unutk berjaga-jaga saat kita membutuhkan / dana darurat dan sifatnya likuid. Apa saja sih yang termasuk Savings itu? Asuransi, dana pensiun, asuransi rumah, tabungan.

Nah, kalau sudah ada saving, baru kita alokasikan untuk INVESTASI. Namun perlu diingat, uang untuk investasi itu uang yang bebas dan tidak hutang. Macam-macam bentuk investasi antara lain deposito, properti, emas, reksadana, obligasi, saham.

Itu tadi bagian dari manjemen keuangan. Lalu, bagaimana cara kita membagi gaji kita agar tidak lari kemana-mana? Harus dibedakan dulu untuk orang yang punya hutang dan orang yang tidak punya hutang. Kalau kita punya hutang, alokasinya mjd : Needs 50%, Debts 30%, Wants 10%, Saving 10%. Contoh : jika pendapatan Rp 10.000.000, untuk Needs Rp 5.000.000, Debts Rp 3.000.000,Wants Rp 1.000.000 Saving Rp 1.000.000. Kalo kita tidak punya hutang, alokasinya menjadi : Needs 50%,Wants 15% , Saving 15% , Investasi 20%. Contoh: pendapatan Rp 5.000.000, jadi Needs Rp 2.500.000, Wants Rp 750.000, Saving Rp 750.000, Investasi Rp 1.000.000.

Nah bagaimana dengan aset alokasimu ? Yuk coba dihitung. Ga cuma dihitung lho, tapi juga harus bisa ACTION!! Mari wujudkan Indonesia maju dengan manajemen keuangan yang sehat !!! Salam profit, Ellen May.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Minggu, 03 Juli 2016

Cara Membaca Rasio Laporan Keuangan Secara Praktis

laporan keuangan
Membaca laporan keuangan adalah hal wajib jika kita ingin kaya dalam invest jangka panjang seperti Lo Kheng Hong atau Warren Buffet. Gimana caranya? Laporan keuangan menunjukkan kondisi kesehatan suatu perusahaan pada suatu waktu, dengan analisis rasio. Apa aja sih rasio-rasio yang ada di laporan keuangan yang penting untuk diperhatikan ? Rasio yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan menunjukkan proftabilitas / laba perusahaan, valuasi (murah/mahal),dan hutang.

Rasio pertama yang perlu diperhatikan dalam membaca laporan keuangan perusahaan adalah NPM atau Net Profits Margin. NPM adalah rasio yang mengukur profitabilitas perusahaan, didapat dengan membagi keuntungan bersih dengan total penjualan. Semakin besar nilai NPM semakin baik, artinya perusahaan itu sangat efisien.

Rasio kedua yang menunjukkan laba sebuah perusahaan adalah ROE / Return on equity. Return On Equity adalah rasio yang dihitung dengan membagi laba dengan modal pemegang saham. Bandingkan kinerja perusahaan-perusahaan dalam 1 sektor dengan ROE, sebaiknya diatas 20%. Makin besar nilai ROE makin bagus.

Rasio ketiga untuk mengetahui laba perusahaan adl EPS /Earnings per share. EPS ini didapat dari jumlah keuntungan dibagi dengan jumlah saham yang beredar, deviden yang dibagikan tidak ikut EPS. Rasio EPS digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan, semakin besar rasionya semakin baik.

Nah ketiga rasio yang sudah kita bahas tadi (ROE, NPM, dan EPS) berguna untuk memeriksa laba / profitabilitas sebuah perusahaan. Lalu rasio apa saja yang perlu kita perhatikan untuk memeriksa valuasi sebuah perusahaan ? Sebelum melangkah ke rasio valuasi, apa sih yang dimaksud dengan valuasi ? Apa artinya valuasi? Valuasi berasal dari kata value (nilai), yang erat kaitannya dengan harga (price) saham.
Pengertian valuasi secara sederhana adalah nilai seharusnya suatu saham. Sedangkan harga saham adalah harga di market pada saat ini. Contohnya jika saham X setelah dihitung-hitung, nilainya adalah Rp 5000, tetapi harga sahamnya adalah Rp 2500, maka harga saham tersebut terbilang murah jika dibandingkan valuasi sahamnya, atau rasio valuasinya adalah Rp5000/ Rp2500 = 2. Saham A bisa jadi lebih murah daripada saham B, meskipun harga saham A Rp 50.000 dan harga saham B Rp 10.000. Memang secara nominal saham A lebih mahal dari harga saham B. Namun secara valuasi belum tentu lho.Jadi ga bisa bilang saham A mahal karena harganya tinggi! Karena murah / mahalnya suatu harga saham tercermin dari valuasinya bukan harganya.

Salah 1 rasio untuk menghitung valuasi adalah PER alias Price Earning Ratio yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan rasio EPS. PER lebih kecil berarti saham relatif murah. Namun PER yang terlalu murah biasanya bikin saham tersebut lelet. Lalu gimana dengan PER yang tinggi? PER tinggi bisa menunjukkan kalau perusahaan itu lebih diminati investor dan dinilai mahal. Tapi PER yang terlalu tinggi juga kurang oke karena saham cenderung dinilai kemahalan dan rawan penurunan. Terlalu murah lelet, terlalu tinggi rawan turun. Jadi berapa dong nilai PER yang ideal? Bagi Investor semakin kecil nilai PER ,saham tersebut semakin bagus, biasanya PER dibawah 10. Bandingkan saja dalam satu sektor, cek yang PER nya paling kecil dalam sektor tersebut, dengan catatan 3 rasio profitabilitas di atas bagus ya.

Rasio selanjutnya yang menunjukkan valuasi sebuah perusahaan adalah PBV atau Price to Book Value. PBV dihitung dengan membagi total aset bersih dengan total saham yang beredar. PBV untuk melihat harga suatu saham apakah Overpriced (kemahalan) atau Underpriced (kemurahan). Bandingkan PBV sebuah saham dengan PBV saham lain di sektornya. Semakin kecil berarti semakin murah.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Sabtu, 02 April 2016

6 Rasio Keuangan Dalam Analisis Fundamental by Ellen May

rasio analisis fundamental
Ada enam rasio keuangan penting dalam analisis fundamental yang sering digunakan para fundamentalist dalam memilih saham, apa itu ? 6 rasio fundamental saham penting itu adalah : EPS, PER, PBV, ROE, DER dan Dividen yield.

Rasio pertama, EPS alias earnings per share atau laba bersih per lembar saham , maksudnya apa ya? EPS Rp 100 artinya tiap lembar saham menghasilkan laba bersih Rp 100. Carilah perusahaan yang EPSnya meningkat dari wktu ke waktu (Trend Positif). EPS yang menanjak menunjukkan bahwa perusahaan bertumbuh dengan baik. Kemungkinan besar penjualan dan laba naik.

Rasio yg kedua adalah PER atau Price Earnings Ratio. PER adalah sebuah ratio yang menunjukkan valuasi / mahal atau murahnya harga sebuah saham. Contohnya saham seharga RP 100 dengan EPS Rp 20 akan memiliki PER sebesar 5 kali, maksudnya jika laba perusahaan tidak bertumbuh alias tetap Rp 20/ tahun maka kita butuh waktu 5 tahun untuk kembali modal. Trailing PER dihitungberdasarkan EPS tahun lalu, sedangkan Forward PER dihitung berdasarkan EPS di masa mendatang (estimasi). Saham di anggap murah jika PER nya lebih rendah daripada rata-rata PER saham dalam sektornya. Bisa juga, sebagai patokan umum (Rule Of Thumbs), saham dengan PER < 10 = murah, sedangkan 20 = mahal.

Rasio ketiga adalah PBV atau yang sering disebut Price to Book Value. PBV sebesar 2 kali harga saham sudah tumbuh menjadi dua kali lipat dibanding saat uang ditanam di perusahaan. PBV yg tinggi bisa jadi disebabkan oleh harga pasar yang sudah terlampau tinggi, PBV rendah sering dijadikan indikator mencari saham yang murah.

Rasio Keempat adalah ROE /return on equity yang menggambarkan kemampuan modal sendiri (ekuitas) yang dimiliki perusahaan dalam mencetak laba bersih. Sebagai contoh ROE 10% setiap Rp 100 modal sendiri yang ditanamkan di perusahaan bisa memberikan laba bersih Rp 10. ROE merupakan indikator seberapa efisien sebuah perusahaan yang dijalankan. Nah, bagaimana meintrepretasikan ROE ? contohnya saja dengan ROE 20% itu bagus atau tidak ya ? Sebaiknya kedua cara digunakan bersama untuk memperoleh analisis yang lebih lengkap. Carilah saham yang memiliki ROE yang meningkat serta cukup stabil , angka ROE sebaiknya minimal 20 %

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..