Pages

Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

Cara Menyikapi Resiko Dalam Sebuah Investasi

Resiko Dalam Investasi
Benarkah kalau kita ingin untung besar harus berani ambil resiko besar ? Kira-kira jawabnya gimana ya? High Risk High Rewards sangat akrab bagi kita sehingga timbul persepsi kalau mau untung besar harus berani ambil resiko. Benarkah? Yuk kita belajar dari Warren Buffet sang investor legendaris, apa kira-kira pendapatnya tentang resiko investasi ? Kata Warren Buffet : Resiko muncul karena ketidaktahuan kita akan apa yang kita lakukan ! Jadi kesimpulannya, yang membuat sebuah investasi jadi beresiko adalah rendahnya pengetahuan investor terhadap investasi tersebut. Ketika kita memiliki sebuah pemahaman menyeluruh tentang sebuah investasi maka sebuah investasi tidak lagi beresiko! Para investor terbesar di dunia bukanlah seorang risk taker, namun mereka sangat membenci resiko.

Warren Buffet mempunyai prinsip yang sangat keras yaitu : never lose your money. Apa artinya ? Never lose money bukan berarti bahwa ia bersikap kaku, namun hal itu berarti bahwa ia sangat berhati-hati dalam investasi. Seorang investor sejati menghabiskan waktu lebih lama untuk mempelajari investasinya. Bagaimana mungkin Warren Buffet bisa belajar terus untuk invetasinya ? Mengapa ia bisa berhasil meminimalkan resiko? Warren Buffet sosok investor teladan kelas dunia, ia mencintai investasinya, dan tidak sekedar mengejar uang. Maksudnya? Petinju kebanggaan Indonesia, Chris John tidak bertinju demi uang, namun karena ia mencintai olahraga tinju! Michael Jackson tidak bernyanyi demi uang, tapi karena ia benar-benar mencintai dunia seni tarik suara! Demikian pula, sebagai seorang investor / trader, kita juga harus punya gairah dan mencintai bidang ini.

Jika kita tidak punya gairah / passion dalam investasi kita, lebih baik percayakan investasi kita pada manajer investasi. Gairah untuk terus belajar akan membuat kita dapat meminimalkan resiko karena pengetahuan semakin tinggi. Ketika resiko mengecil, maka profit akan menghampiri kita dengan sendirinya tanpa kita harus mengejarnya. Persis dengan atlet dan penyanyi-penyanyi terkenal itu. Ketika mereka mencintai bidangnya dan berlatih dengan gairah, kesuksesan menghampiri. Jadi, sekali lagi, tidak benar bahwa untuk memperoleh profit yang besar maka kita harus berani ambil resiko. Supaya bisa memperoleh profit konsisten, kita hanya perlu untuk terus belajar dan memahami investasi kita. Jika saja semua orang mau belajar lebih dulu sebelum berinvestasi, maka tidak akan ada yang menjadi korban penipuan investasi.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May

semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Sabtu, 29 Oktober 2016

Waran Dalam Investasi Saham by Ellen May

waran saham
Apa itu Waran ? Waran adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu (excersize price) dan pada waktu tertentu pula. Waran di berikan gratis sebagai bonus kepada pemegang saham, pada saat IPO (initial Public Offering) atau Right Issue, waran di terbitkan bertujuan untuk menarik investor agar lebih bergairah membeli saham.

Waran merupakan produk turunan dari saham , yang diciptakan pertama kali oleh perusahaan Jepang di Bursa saham Swiss. Pada awal 1980-an perusahaan di Jepang menciptakan waran, dan di Bursa swiss waran ditujukan untuk Hedging. Saat ini, emiten di Bursa Efek Indonesia mulai ramai menerbitkan waran sebagai bonus bagi para pemegang saham. Dalam bursa Indonesia waran lebih dikenal denngan istilah Call Waran . Contoh Call waran : PT. X akan melakukan IPO sebanyak 3 Miliar lembar saham dengan harga penawaran Rp.1000/lot. bersamaan dengan itu PT.X juga terbitkan 1 miliar lembar waran. Artinya setiap pemegang 3 saham, akan dapat 1 waran secara cuma-cuma. Waran tersebut punya jangka waktu selama 3 tahun, dimana waran tersebu bernilai nominal Rp.100 pada saat harga pelaksanaanya Rp.1200.

Kebanyakan investor bisa mencicipi manisnya waran, karena bonus yang di berikan gratis bisa dijual stelah harganya naik. Waran yang di berikan gratis tersebut juga diperdagangkan di bursa, dan bisa dijual dan harganya cenderung mengikuti saham induknya. Saham waran biasanya sangat fluktuatif. Bisa jadi pedang bermata dua. Mengapa? Saham waran saat naik, naiknya bisa sangat tinggi (contoh FREN-W naik 600%) , dan tidak ada auto reject, seperti saham biasa. Ketika turun, saham waran turunnya bisa cukup dalam. Buat yang kurang hati-hati bisa bikin porto "gosong" :D

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Kamis, 20 Oktober 2016

Visualisasi dan Servomechanism dalam Trading by Ellen May

servomechanism
Alam bawah sadar bekerja secara otomatis dalam merespon tujuan yang tidak lain adalah self image kita. Sistem otomatis dari alam bawah sadar kita dalam mengejar gambar diri kita disebut dengan Servo Mechanism (Maxwell Maltz). Nah, mekanisme alam bawah sadar kita bisa menjadi mekanisme keberhasilan / kegagalan, tergantung pada self image kita. Sekalipun kita ingin sukses, tapi jika self image kita rusak, maka sekeras apa pun kita berusaha akan sangat sulit untuk sukses! Demikian juga trader, jika self image seorang trader sudah rusak, maka sekeras apa pun ia berusaha akan sangat sulit berhasil!

Self image terbentuk sedikit demi sedikit dari masa lalu dan lingkungan. Self image yang baik membuat orang lebih mudah berhasil. Oleh karena itu, hati-hati berbicara pada anak kita dan diri kita sendiri. Cap negatif dan pengalaman pahit dapat merusak self image. Coba pejamkan mata kita, apa yang kita lihat 5-10 tahun ke belakang? Pejamkan lagi mata kita, apa yang kita lihat saat ini ? Sudah ..? Sekarang, pejamkan lagi mata kita, apa yang kita lihat dalam 5-10 tahun ke depan? Seperti apakah kita saat itu? Nah itu adalah self image kita, bagus atau buruk hanya kita yang tau! Selamat jika kita punya self image bagus. Tapi jika punya self image yang negatif, bagaimana mengubahnya? Contoh : Trader yang pernah rugi besar, dalam benaknya pasti terlihat ketika ia sedang mengalami kerugian. Kabar baiknya, alam bawah sadar bisa dimanipulasi! Ia tidak bisa membedakan antara image yang nyata dan image khayalan kita! Image adalah makanan bagi alam bawah sadar kita. Jika self image asli kita rusak, buat self image yang baru!

Lakukan visualisasi sedetil-detilnya. Bayangkan sedetil mungkin image baru kita. Gunakan panca indera kita. Misal : Bayangkan kita trader yang berhasil, ketika memperoleh keuntungan saat trading..gunakan panca indera ketika kita menelepon broker, ketika kita klik mouse, ketika sedang menganalisis, bayangkan sedetil mungkin. Alam bawah sadar kita tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana image manipulasi kita. Tanpa sadar, alam bawah sadar kita otomatis mencari segala macam cara (servo mechanism) untuk mewujudkan image baru kita. Cara ini harus dilakukan secara konsisten dan berulang! Bisa dimanfaatkan untuk trading / bidang lainnya. Lebih jelas tentang Visualisasi dan Servo Mechanism dari alam bawah sadar kita , baca buku Ellen May "Smart Traders Not Gamblers" bab 10-11.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May

semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Kamis, 13 Oktober 2016

Tips Mengatur Keuangan Untuk Investasi by Ellen May

mengatur keuangan
Investasi itu penting! Namun ternyata banyak yang tidak bisa invest karena penghasilan per bulan cuma numpang lewat. Percuma dong bicara banyak tentang investasi tapi ga bisa praktek karena ga ada dana. Solusinya? Semua hal besar dimulai dari langkah kecil, begitu juga investasi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit-bukit". Finansial pribadi kita seperti perusahaan, harus ada laba setiap bulan. Ini artinya penghasilan pengeluaran = kelebihan dana! Sebelum mulai investasi cek dulu, kalau tidak ada kelebihan dana stiap bulan, berarti financial kita tidak sehat.Yuk belajar alokasikan dana!

Pengeluaran terbagi menjadi beberapa bagian : Needs, Wants, Debts, Savings, & Investment.
Needs adalah hal-hal penting yang harus kita penuhi sehari-hari. Kalau needs tidak terpenuhi, akan mengganggu kehidupan kita. Needs menyangkut kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan pulsa hp :p Nah di luar needs, maka pengeluaran tersebut boleh dibilang tidak terlalu urgent.

Nah, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, jika kita punya hutang, baru alokasikan untuk segera melunasi hutang (DEBTS). Ada dua jenis kategori hutang, yaitu hutang baik (Goods Debts) & hutang buruk (Bad Debts). Hutang kok baik? Maksudnya? Hutang baik adalah hutang yang digunakan untuk keperluan usaha atau untuk investasi. Contoh dari hutang baik adalah :kredit truk untuk operasional usaha. Hutang Buruk (Bad Debts) yaitu hutang yang digunakan untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Hutang buruk / bad debts adalah hutang yang sekedar digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi kita. Contoh hutang buruk: kredit untuk gadget, untuk berlibur, untuk fashion dan kecantikan, dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.

Pada prinsipnya hutang baik dan hutang buruk dibedakan bukan dari apa barangnya tapi berdasar kegunaannya. Kita tidak boleh berpikir negatif tentang hutang karena hutang baik bagai dongkrak untuk kemajuan finansial/bisnis. Terlepas dari itu semua kita harus membatasi diri kita sendiri, harus disiplin agar tidak tejebak dalam hutang buruk.

Alokasi dana selanjutnya yaitu WANTS. Wants diartikan sebagai dana yang dialokasikn untuk memenuhi keinginan kita bukan kebutuhan, sifatnya tidak mendesak. Apa saja yang termasuk Wants? Rekreasi, makan di cafe elite, rumah mewah, mobil mewah, hewan peliharaan ras, baju bermerek, dan lain-lain.

Setelah penghasilan kita dikurangi untuk NEEDS, DEBTS, dan WANTS, jika ada sisa bisa dialokasikan untuk SAVINGS! Jika kita termasuk orang yang susah untuk melakukan savings, bisa juga SAVINGS dialokasikan dulu di awal. Savings diartikan sebagai dana yang dialokasikan unutk berjaga-jaga saat kita membutuhkan / dana darurat dan sifatnya likuid. Apa saja sih yang termasuk Savings itu? Asuransi, dana pensiun, asuransi rumah, tabungan.

Nah, kalau sudah ada saving, baru kita alokasikan untuk INVESTASI. Namun perlu diingat, uang untuk investasi itu uang yang bebas dan tidak hutang. Macam-macam bentuk investasi antara lain deposito, properti, emas, reksadana, obligasi, saham.

Itu tadi bagian dari manjemen keuangan. Lalu, bagaimana cara kita membagi gaji kita agar tidak lari kemana-mana? Harus dibedakan dulu untuk orang yang punya hutang dan orang yang tidak punya hutang. Kalau kita punya hutang, alokasinya mjd : Needs 50%, Debts 30%, Wants 10%, Saving 10%. Contoh : jika pendapatan Rp 10.000.000, untuk Needs Rp 5.000.000, Debts Rp 3.000.000,Wants Rp 1.000.000 Saving Rp 1.000.000. Kalo kita tidak punya hutang, alokasinya menjadi : Needs 50%,Wants 15% , Saving 15% , Investasi 20%. Contoh: pendapatan Rp 5.000.000, jadi Needs Rp 2.500.000, Wants Rp 750.000, Saving Rp 750.000, Investasi Rp 1.000.000.

Nah bagaimana dengan aset alokasimu ? Yuk coba dihitung. Ga cuma dihitung lho, tapi juga harus bisa ACTION!! Mari wujudkan Indonesia maju dengan manajemen keuangan yang sehat !!! Salam profit, Ellen May.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Jumat, 30 September 2016

Game WaterBall v1 01

Persyaratan minimum: Android 2.2+

Tembak bola menggunakan selang semprotan setinggi-tingginya, tapi hati-hati dengan penghalang yang ada. Tersedia juga fitur pelindung bola yang melindungi bola sehingga tidak meletus.

Market info: https://market.android.com/details?id=ElectricFury.WaterBall

Download: turbobit | depositfiles | uploading (10.16 MB)
Read More..

Kamis, 01 September 2016

Smart Trader Belajar Dulu Sebelum Investasi by Ellen May

smart trader
Lima orang nasabah sebuah broker forex dan komoditas mendatangi kantor pialangnya karena merasa ditipu.
Mereka menuntut agar uang senilai Rp 2,5 milliar yang telah digunakan untuk perdagangan emas berjangka dikembalikan. Para nasabah ini merasa ditipu mengingat keuntungan 15 % yang dijanjikan tak kunjung diterima sesuai perjanjian. Mr.X juga mengaku dirugikan Rp 950 juta. Uang tersebut merupakan hasil patungan bersama rekan-rekannya. Mereka tergiur dengan iming-iming keuntungan sebesar 15 % setiap bulan yang telah dijanjikan oleh wakil pialang (katanya). Mr.X bersama rekan-rekannya mulai aktif bertransaksi sejak Januari 2012, sempat untung 70 juta namun setelah itu rugi besar. Setelah rugi 950 juta uangnya menjadi Rp 22 juta. Uang dinyatakan hilang dan Mr.X menuntut uangnya kembali. Mr. Z lebih parah, ia menjaminkan sertifikat tanah Rp 250 Juta utk mendapatkan gain 15% per bulan. Akibatnya, bukan gain yang didapatkan, namun Mr.Z malah lebih terpuruk karena harus membayar hutang ke bank.

Apa yang sebenarnya terjadi dari kisah tersebut di atas ? Benarkah mereka ditipu? Siapa yang salah? Perdagangan Forex dan emas berjangka adalah sebuah jenis istrumen investasi yang bisa member return cukup besar. Namun demikian, perdagangan forex dan emas berjangka juga mempunyai resiko yang jauh lebih berlipat. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengerti hal ini. Dalam perdagangan Forex dan emas berjangka, keuntungan dan resiko berlipat! Apakah perdagangan emas berjangka bisa member profit 15% sebulan ? Ya, bisa saja. Rugi lebih dari itu pun juga bisa. Namun yang perlu digaris bawahi, perdagangan forex, komoditas, bahkan saham lekat dengan unsur ketidakpastian! Tidak baik jika investor dijanjikan keuntungan tetap sebesar 15% per bulan, karena tidak ada yang pasti di pasar forex.

Lalu bagaimana dengan uang yg hilang? Uang Mr.X,Y, dan Z yang hilang tersebut merupakan capital loss. Capital loss diakibatkan karena kerugian dalam melakukan perdagangan (baik forex,saham,atau emas berjangka). Sebenarnya profit dan loss itu wajar terjadi dalam dunia trading. Tidak mungkin trading selalu untung. Namun yang perlu diperhatikan, resiko yang besar dalam dunia trading harus dikelola dan dibatasi. Jika tidak ada skill yang baik, terjun dalam perdagangan forex dan emas berjangka akan sangat beresiko.

Sebelum terjun dalam perdagangan forex dan komoditas/emas, sebaiknya belajar dulu dari trading saham, resiko lebih kecil. Jika ingin trading saham, forex, atau komoditas, harus menguasai analisis teknikal / analisis grafik. Perhatikan juga berita-berita ekonomi penting sebelum bertransaksi forex/emas (bisa dilihat di http://t.co/SbNX1d1w ). Waspada, psikologi trading,fear and greed akan sangat berperan. Sebaiknya latihan dulu dengan akun demo.

Banyak orang tidak mau belajar prosesnya dan mau segera mendapat hasil yang besar dengan menitipkan uang ke pialang. Sebaiknya pilih pialang yang benar-benar terdukasi dan jujur dalam member rekomendasi, bukan sekedar meningkatkan omset. Jangan sekali-kali menitipkan akun kita kepada pialang untuk ditransaksikan dan perlu di ingat, hal ini sangat penting. Bagaimanapun juga, uang kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab pialang. Pialang yang baik akan memberi info tentang resiko yang besar, sebagaimana ia memberi info tentang rewards yang besar. Pialang yang baik tidak akan menjanjikan besaran profit tertentu setiap bulan karena market penuh fluktuasi.

Mulailah dengan modal kecil terlebih dahulu, gunakan uang dingin / bukan untuk kebutuhan sehari-hari. Hindari menggunakan dana pendidikan dan dana cadangan untuk trading, apalagi hutang & menjaminkan rumah seperti Mr.Z. Mr.X,Y,dan Z sebenarnya mengalami kerugian besar karena keserakahannya dengan mempertaruhkan semua miliknya. Trading bukan judi, selama kita melakukan dengan strategi yang benar dan pengendalian emosi. Mawas diri! Mulai dari yang kecil untuk mendapat yang besar. Jangan langsung menggelontor uang untuk berspekulasi. Tidak ada kekayaan yang instant kecuali kita dapat warisan / menikah dengan anak konglomerat! Learn dan practice miracle happen. Learn without practice nothing happen. Practice without learning will be a disaster! Belajar dulu sebelum mulai investasi yang memiliki tingkat keuntungan dan resiko yang sangat tinggi.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

Read More..

Minggu, 15 Mei 2016

Memahami Cara Kerja Market Dalam Trading dan Investasi Saham by Ellen May

memahami pasar saham
Sir John Templeton mengatakan, berinvestasilah ketika pesimisme berada pada titik puncak. Namun tidak ada yang tahu pasti kapan pesimisme di titik puncak. Warren Buffet mengatakan, "be greedy when others are fearful dan be fearful when others greedy". Namun kenyataannya, hampir semua orang juga takut ketika market FEAR, dan serakah ketika harga naik/GREED. Dengan kata lain hampir semua orang masuk dalam golongan "the other". Mengapa demikian ? Hal itu terjadi karena banyak orang selalu mengikuti apa kata orang lain dan berita-berita. Lalu bagaimana supaya bisa tampil beda? Supaya bisa melakukan wejangan Om Warren Buffet, investor harus paham tentang bagaimana cara kerja market.

Seorang investor harus tau bahwa dalam jangka panjang market berpotensi naik, dan dalam jangka pendek market berfluktuasi. Investasi selama 5-10 tahun mungkin kurang menarik, karena kita harus ekstra sabar dalam memetik hasilnya. Namun justru ketika kita bersabar dan tidak sebentar-bentar mencabut tanaman investasi kita, pohon uang kita akan tumbuh kokoh. Mengapa 90% pelaku pasar mengalami kerugian dan kapok dengan saham ? Karena sebagian besar dari mereka berspekulasi. Spekulasi biasanya muncul dengan tindakan para trader jangka pendek yang memiliki motivasi ingin cepat-cepat kaya. Banyak trader bukan berbisnis saham, namun berjudi. Bisa saja karena ia memang tidak mengerti akan strateginya. Namun kadangkala, seorang yang sudah mahir analisis teknikal pun bisa rugi besar. Mengapa?

Kesalahan pada trading saham jangka pendek biasanya bukan pada analisa, namun pada emosi yang mengendalikan trader. Pernah kita beli saham, rugi sedikit tidak apa-apa, ketika rugi membengkak baru panik dan cut loss dalam? Pernahkah kita mempunyai target profit dalam rentang waktu tertentu, dan kita menjual saham kita ketika profit masih tipis? Intinya, kita sudah punya banyak trading plan bagus, tapi kok aneh ya, masih tidak bisa melaksanakannya? Kita tidak sendiri kok, semua trader mengalami hal tersebut pada awal mulanya.

Trader sangat lekat dengan permasalahan emosi/psikologis, butuh latihan dan terus belajar untuk meminimalkannya. Nah inilah yang menyebabkan jadi trader jangka pendek itu harus lebih banyak belajar dan latihan. Jika tidak hati-hati, bukannya berbisnis saham, namun malah berjudi saham. Bukannya net profit, malah net loss. Cape kan? Lalu bagaimana solusinya untuk pemula? Kira-kira bagaimana ya?

Pasar dalam jangka pendek berfluktuasi/turun naik, namun dalam jangka panjang cenderung naik. Karena faktor psikologis, maka trading jangka pendek menjadi lebih beresiko buat pemula. Jadi mulai dari investasi dulu. Mulailah dengan investasi jangka panjang. Memang hasilnya tidak cepat terlihat. Harus sabar. Orang investasi ibarat orang menabur benih, harus sabar, disiram, dan harus tau benar kondisi tanah tempat ia menabur benih. Demikian juga investasi, harus tau benar saham apa yang harus dipilih untuk investasi jangka panjang 5 tahun misalnya.

Kalau kita seorang pemula, pilih saham-saham yang defensif dan dibutuhkan banyak orang untuk investasi, seperti KLBF atau KalbeFarma, JSMR / JasaMarga pengelola jl tol, UNVR atau Unilever yang produknya dipakai seluruh masyarakat, dan perbankan BUMN seperti BMRI. Hmm.. ini bukan promo/rekomendasi ya :) namun sekedar opini untuk membantu para newbie mengambil keputusan investasi. Lalu kapan harus membeli? Kalau kita sudah terlatih dengan analisis teknikal, kita bisa beli ketika market sedang di support kuat.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..