Pages

Tampilkan postingan dengan label nyangkut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyangkut. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Strategi Mengatasi Saham Nyangkut by Ellen May

Saham nyangkut artinya saham yang kita beli turun harganya, dan dalam waktu yang cukup lama harganya jauh di bawah harga beli. Apa yang harus kita lakukan untuk saham nyangkut ini?Ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan jika saham kita nyangkut! Beberapa strategi tersebut antara lain :Cut loss dan Switching saham lain.Cut Loss dilakukan ketika terjadi technical rebound / harga naik sementara. Seharusnya kita sudah siapkan Cut Loss/Stop Loss jauh sebelum saham kita nyangkut. Namun ketika saham kita nyangkut, sebaiknya tunggu ketika mengalami rebound. Setelah CL (Cut Loss), Kemudian kita bisa mencari saham lain yang lebih baik (swicthing), dan membuat portofolio saham yang baru (reposisi).

Swicthing perlu kita lakukan bila saham yang nyangkut trend nya sangat buruk, fundamental tidak baik, dan sulit untuk pulih dalam waktu lama. Dalam investasi saham waktu adalah komponen yang sangat penting. Jika kita tidak melakukan switching, kita akan kehilangan kesempatan. Jika pemulihan saham membutuhkan waktu bertahun-tahun, lebih baik beralih ke saham lain untuk mencari potensi keuntungan yang lebih baik.

Selain strategi switching / menukar dengan saham lain, jika saham nyangkut yang kita CL tadi masih ada potensi, kita bisa melakukan buy back Apa itu buy back? Buy back adalah membeli kembali saham yang sudah kita CL di harga yang lebih murah / di suportnya jika saham tersebut masih potensial. Bagaimana jika setelah melakukan cut loss tidak ada saham lain yang potensial untuk dibeli, tidak ada potensial untuk switching atau buy back? Jika tidak ada kesempatan untuk switching / buy back pada bursa saham, kita bisa melirik instrumen investasi lain kok.

Strategi berikutnya yang dapat kita lakukan dengan jual saham dan mengalihkan ke instrumen investasi lain sepertt emas, pasar uang, obligasi atau deposito. Nah pertanyaannya, bagaimana jika kita punya suatu saham nyangkut tapi kita ingin hold ? Alias tidak ingin menjualnya ? Strategi hold saham nyangkut bisa di lakukan jika penurunan harga terjadi bukan karena buruknyaa fundamnetal perusahaan tetapi karena pergerakan pasar sedang lesu. Jika fundamental perusahaan bagus, kita boleh hold saham kita yang sedang turun, menjadi "investor dadakan" :p

Saham Nyangkut
Timeframe strategi beli dan simpan untuk jangka panjang yang dimaksud berkisar antara 1-5 tahun. Sembari menunggu, kita dapat melakukan trading saham yang lain. Strategi yang kita lakukan biasanya tergantung pada berbagai kondisi, misalnya masih seberapa banyak modal yang kita miliki/seberapa banyak saham nyangkut. Jika kita masih punya modal untuk trading, akumulasikan profit kita selama 1-3 bulan. Alokasikan 20-30% dari profit tersebut untuk cut loss saham nyangkut! Dengan demikian, kita masih punya sisa 70-80% profit. Hal ini akan berdampak lebih baik bagi psikologi daripada ketika kita net loss! Di sinilah pentingnya money management yang baik. Cash is the king! Jika kita masih punya sisa cash, kita masih bisa menghasilkan profit. Situasi ekstrnal juga bisa mempengaruhi, dalam situasi pasar saham trend turun, investor cenderung melakukan cut loss dan memindahkan uangnya ke investasi lain. Namun sekali lagi, sebelum saham kita nyangkut, ada baiknya kita membuat prencanaan trading yang mengantisipasi jika harga saham kita turun, jadi tidak nyangkut.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!
Read More..

Kamis, 26 Mei 2016

Sekilas Mengenai Padding dan Margin

Saat kita sedang mengedit HTML, baik HTML template blog maupun HTML gadget pada sidebar, tak jarang kita menemui istilah padding dan margin di suatu kode tertentu. Sebenarnya apa sih padding dan margin itu?

Padding dan margin merupakan suatu property yang berguna untuk membuat batas ruang dalam dan ruang luar dari sebuah elemen objek. Objeknya dapat berupa gambar, teks, kode HTML, atau apa saja. Objek ini akan terlihat jelas jika diberi border (garis batas) atau background.

Padding ialah ruang yang berada di bagian dalam dari sebuah elemen. Sedangkan margin adalah kebalikannya yakni ruang yang berada di bagian luar dari elemen tersebut. Nah, sebagai contoh bisa diperhatikan pada ilustrasi di bawah ini.

padding dan margin

Bertambahnya nilai atau value pada property padding berarti akan menambah lebar dan tinggi suatu elemen. Sedangkan penambahan nilai pada property margin tidak akan menambah lebar dan tinggi suatu elemen.

Untuk melihat perubahan yang terjadi jika property padding diubah nilainya, Sobat dapat melihatnya di sini. Sedangkan untuk melihat perubahan pada property margin bisa dilihat di sini.

Bentuk penulisan untuk property padding dan property margin dapat ditulis secara satu per satu atau individu dan bisa pula dengan disingkat atau diperpendek (shorthand).

Nilai atau value dari property padding dapat ditulis dalam satuan px, pt, em, dan %. Sedangkan nilai untuk property margin bisa ditulis dalam satuan auto, pt, em, dan %.

Berikut contoh penulisan padding secara individu atau satu satu dengan satuan piksel:

padding-top:10px
padding-right:20px
padding-bottom:30px
padding-left:40px

Penulisan property dan value di atas dapat disingkat atau diperpendek (shorthand) menjadi seperti di bawah ini:

padding:10px 20px 30px 40px

Pembacaan nilai-nilainya adalah searah jarum jam. Dimulai dari arah kiri ke kanan yaitu atas, kanan, bawah, dan kiri. Untuk mudah mengingatnya, nilai pertama kita anggap ada di posisi jam 12 (atas), nilai ke-dua ialah jam 3 (kanan), nilai ke-tiga adalah jam 6 (bawah), dan nilai ke-empat untuk jam 9 (kiri).

Bila nilai keempat sisi padding adalah sama, misalnya sebesar 20 piksel, maka penulisannya dapat diperpendek menjadi seperti ini, padding:20px.

Sedangkan jika property padding dua sisi yang berlawanan memiliki nilai yang sama, maka bentuk penulisannya dapat ditulis sebagai berikut:

padding:10px 30px

Kode di atas artinya nilai untuk padding atas (top) dan bawah (bottom) adalah sama yakni sebesar 10 piksel. Sedangkan nilai padding kanan (right) dan kiri (left) mempunyai nilai yang sama yaitu sebesar 30 piksel.

Untuk penulisan value dan property margin sendiri tidak jauh berbeda dengan cara penulisan padding, bisa ditulis secara individu seperti contoh di bawah ini:

margin-top:20px
margin-right:30px
margin-bottom:20px
margin-left:30px

Secara disingkat atau diperpendek akan menjadi seperti di bawah ini:

margin:20px 30px 20px 30px atau margin:20px 30px

Read More..

Kamis, 31 Maret 2016

SEO On Page dan SEO Off Page

D
alam dunia blogging sering kita mendengar istilah SEO. Lantas, apakah yang dimaksud dengan SEO itu? SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization atau bila diartikan secara sederhana yaitu optimasi mesin pencari. SEO ini menurut saya adalah upaya-upaya yang dilakukan agar blog kita mendapat posisi yang terbaik pada halaman hasil pencarian mesin pencari. SEO ini diperlukan bila kita ingin mendatangkan banyak pengunjung dari mesin pencari.

Secara garis besar, SEO dibagi menjadi 2 yaitu SEO On Page dan SEO Off Page. SEO On Page adalah teknik-teknik optimasi mesin pencari yang diterapkan pada blog itu sendiri. Nah, berikut ini beberapa contoh dari SEO On Page:
  1. Page Title, Meta Description, dan Meta Keyword.
  2. Memasang Menu Navigasi Breadcrumbs.
  3. Memasang Related Post atau Artikel Terkait.
  4. Memasang Read More.
  5. Penggunaan kata tebal, miring, atau garis bawah.
  6. Internal linking atau tautan antar-halaman posting dalam blog yang sama.
  7. Mempercepat waktu akses blog.
  8. Menggunakan tag alt pada setiap gambar.
  9. Dan lain-lain.
Sedangkan SEO Off Page adalah teknik-teknik optimasi mesin pencari yang diterapkan di luar blog yang bersangkutan, dengan kata lain melibatkan pihak atau blog lain. Contohnya adalah adanya back link yaitu link yang ada di blog lain yang mengarah ke blog kita. Submit blog ke webmaster tools, dan lain sebagainya.
Read More..